Sekitar jam 5 sore kami sudah tiba di Bogor dan segera menuju hotel di kawasan Cibodas Bogor, sebuah hotel yg bertingkat dua dengan beberapa pohon besar dihalamanya. Dilihat dari luarnya saja hotel ini nampak seram bagiku, kamar-kamar yg berderetan gelap dan saat itu tidak ada pengunjung lain selain rombonganku.
"Putri hotel ini kok menurutku seram ya, coba liat deh kamar-kamar yg itu gelap banget"
Aku berkata pada teman yg ada disampingku sambil menunjuk ke arah kamar-kamar yg membuat ku merasa sedang berada ditempat uji nyali :D
Setelah semua siswa-siswi menerima kunci kamar, aku bertiga bersama Putri dan Lenci mencari kamar no 112, kamar yg akan kami tempati bertiga.
Kami bertiga menyusuri hotel itu untuk mencari kamar yg pintunya bertulisakn no 112. Akhirnya kami menemukan kamar itu dan coba tebak! Kamar kami berada ditempat yg gelap, dipojokan, tidak jauh dari tempat yg kusebut tempat uji nyali tadi.
Kami pun mau tidak mau segera masuk ke kamar itu krn kami sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat.
Setelah mandi, makan malam dan segala macam akhirnya kami terlelap tidur walaupun jam masih menunjukan pukul 21.00 WIB.
Sedang nyenyak-nyenyak nya tidur tiba-tiba aku terbangunkan oleh suara jeritan perempuan, semakin lama suaranya semakin keras kudengar, aku mulai merasa penasaran dengan apa yg kudengar, siapa sih yg jerit-jerit ditengah malam.
"Putri, bangun. Ada yg jerit-jerit"
Aku berusaha membangunkan teman yg ada disebelahku, namun usahaku gagal ia tetap tertidur lelap, akhirnya aku mencoba tidur kembali walaupun masih penasaran dengan suara itu.
Tak lama kemudian suara jeritan itu terdengar kembali namun kali ini terasa lebih keras terdengar ditelingaku, aku coba mengguncang-guncangkan temanku dan akhirnya ia terbangun juga.
"Ada apa sih??" tanya putri.
"Dengerin ada suara yg jerit-jerit dari luar, siapa ya?" jawabku.
Kami berdua mencoba mencari tahu apa yg sedang terjadi diluar. Baru saja kami membuka pintu kamar seorang guru melarang kami untuk keluar, ternyata diluar ada yg mengalami kerasukan.
Ternyata firasatku benar, ada yg tidak biasa dengan hotel ini.
Tapi entah kenapa aku dan Putri tidak terlalu merasa takut walaupun sudah tahu diluar sana ada yg mengalami kerasukan.
Suara diluar sana terlalu gaduh untuk melanjutkan tidur, tapi aku heran Lenci begitu pulas tertidur sepertinya dia benar-benar lelah dengan aktifitas kemarin.
Paginya aku mendengar kabar siswi yg mengalami kerasukan itu adalah berasal dari kamar 302 yg menurut warga setempat memang di kamar itu dahulunya pernah ada wanita yg bunuh diri, namanya bunga.
Dan ternyata penyebab siswi yg menempati kamar 302 itu kerasukan adalah gara-gara membuang air panas ke toilet, mungkin penghuni nya marah .. Entahlah
Seru sekali peristiwa saat dihotel itu, karena memang aku suka merasa tertarik dengan hal-hal yg berbau mistis.
Ini foto sebagian hotel yg ku ceritakan, nah didepan bangunan inilah kamar-kamar yg kami tempati.