Sunday, 27 November 2016

Berbicara Tentangmu

Entah kenapa aku selalu ingin membicarakan semua tentangmu.
Walaupun sudah bertahun-tahun kita tak pernah bertemu lagi.
Kamu adalah laki-laki paling tampan yg pernah ku kagumi.
Sikapmu misterius, tidak pernah ada yg bisa menduganya.
Kamu bukanlah sosok yg mudah terbuka bagiku.
Terkadang begitu takut bagiku untuk hanya sekedar bertanya "apa kabarmu hari ini?"
Aku hanya diam, menyimpan beribu pertanyaan didalam benak dan akan tetap begitu, diam sehening pagi ketika gerimis membasahi bumi...

Andai waktu bisa ku suruh untuk kembali pada saat aku bisa dengan mudahnya memandang sosokmu yg begitu bersinar dengan terangnya seperti matahari, namun aku akhirnya sadar kau terlalu berkilau untuk ku miliki.

Aku akan mengingat malam ini, ketika aku mengubur semua kenangan tentangmu. Aku terlalu berlebihan dengan semua ini, semua kenangan tentangmu terlalu indah sebenarnya hingga aku ciptakan berlian dari air mataku sendiri.
Mungkin ini bukan cinta tetapi hanya rasa yg sedikit memaksa.

Ya, aku harus berhenti membicarakan mu.
Aku hanya ingin melindungi diriku dari rasa sakit. Aku sudah lelah menunggu harapan-harapan menjadi kenyataan.


Monday, 14 November 2016

Sesak

Mereka bilang perpisahan itu hanya sebagian dari proses hidup yg akan dialami semua orang.

Mereka bilang cara satu-satunya untuk melepaskan keterpurukan dari perpisahan adalah dengan mencari sesuatu yg baru untuk mengalihkan segala kenangan tentang hal yg tersisa dari perpisahan sebelumnya.

Mereka bilang aku hanya tinggal mencari sosok laki-laki baru dihidupku untuk mengganti sosoknya yg telah lama pergi.

Mereka bilang sudah saatnya aku maju meninggalkan semua yg berhubungan dengannya.

Mereka hanya bisa berbicara... Tak tahu bagaimana perasaanku saat ini.

Jika kau bertanya padaku apakah aku merasa terpuruk? Tidak, aku tidak merasakan hal seperti itu.

Mereka hanya berkoar atas kebungkamanku yg memang enggan menanggapi pendapat mereka.

Aku hanya sedang mengingat-ingat lagi apa yg pernah ku lalui bersamanya.

Bukan terpuruk kata yg tepat untuk mewakili bagaimana sikapku, aku lebih suka disebut "melayang". Ya, aku melayang kesana kemari masuk kedalam memori-memori yg pernah bergulir dalam hidupku... Aku bahagia, tidak menderita. Dan aku tak perlu maju melainkan aku harus mundur agar aku bisa terus berenang dalam kenagan-kenangan indah itu

Tuesday, 1 November 2016

Rahasiaku Aman Bersamanya

Aku tidak mau makan
malas keluar rumah
tak ingin melakukan apa-apa.
Jam berapa sekarang?
Entahlah.
Aku bosan..

Kalian mau membantuku? Bantu aku untuk mengeluarkan semua rasa tidak nyaman di hati ini, sebuah perasaan yg tidak dapat aku bagi dengan orang lain, aku takut mereka akan menganggapku lemah jika tahu tentang ini.

Tapi aku percaya pada kalian, kalian tak akan memberi tahu ini kepada siapa-siapa kan?
Karena aku tahu kalian hanyalah sebuah buku dan pena.

Itulah kata demi kata yg coba aku rangkai untuk berpartisipasi dalam #SarasvatiKlandestin di Instagram  akhir September lalu.
Sesuai namanya Klandestin yg berarti rahasia, aku mencoba sedikit membuka rahasia tentang diriku pada waktu itu.

Ada saat ketika aku ingin mengeluarkan keluh kesah yg ada pada orang2 yg dekat dgn ku, namun aku tidak mempercayai mereka. Mereka itu egois sama sepertiku. Beranggapan kalau sahabat itu mustahil di jaman sekarang.
Aku lebih sering meluapkan segala emosi ku pada  buku dan pena.
Lewat sebuah tulisan aku mengeluarkan segala keluh kesah, sendu, sedih, bahkan tangis.
Maka dari itu aku beranggapan bahwa semua rahasiaku aman ketika aku memberitahukan nya pada buku dan pena.